Tuesday, January 31, 2023

Cara Mengajarkan Bangun Datar Part 1

Kemampuan prasyarat:

Pada sesi pembelajaran ini kemampuan prasarat yang sebaiknya dimiliki siswa adalah anak-anak sudah bisa membedakan antara bentuk benda secara keseluruhan dan permukaan sebuah benda. 

Media yang perlu dipersiapkan guru:

- Benda-benda yang memiliki permukaan persegi, persegi panjang, dan segi tiga.

- Lembar berikut ini yang diprin dalam selembar kertas perbangun datar.




Untuk memulai pembelajaran kali ini, anak-anak bisa diajak melakukan observasi lingkungan sekitar mereka, yakni kelas/sekolah. Sebagai informasi tambahan saja, anak-anak diberikan pengetahuan bahwa objek atau sebuah benda itu terdiri dari 1 dimensi, 2 dimensi, 3 dimensi, dan 4 dimensi.

1D = objeh hanya bisa bergerak maju mundur (bisa diperagakan di depan kelas).

2D = objek bisa bergerak maju mundur dan bergerak atas-bawah (bisa diperagakan di depan kelas).

3D = bisa bergerak maju-mundur, atas-bawah, dan menyamping (bisa diperagakan di depan kelas).

4D = bisa bergerak seperti 3D namun ketambahan dengan ruang dan waktu.

Materi inti, langkah-langkah:

1. Anak-anak diajak melakukan observasi benda yang dibawa guru yang memiliki permukaan persegi, misal dadu. Anak-anak diminta menyebutkan nama benda yang sedang dipegang guru, yakni dadu. 

2. Anak-anak diminta mengamati permukaan dadu berbentuk apa. Kemungkinan jawaban anak-anak: kotak.

3. Anak-anak diminta menggambar kotak (persegi) yang terbentuk.

4. Sambil anak-anak menggambar, guru menempelkan lembar persegi.

5. Di tengah-tengah anak-anak menggambar, anak-anak diminta memperhatikan lembar kertas yang sudah ditempel.

6. Anak-anak diminta fokus terlebih dahulu untuk memperhatikan penjelasan yang akan disampaikan guru.

7. Disampaikan kepada siswa tentang persegi, mulai dari nama bangun datar yang ditempel, sisi, dan sudut. Untuk bagian sisi, bisa disampaikan bahwa ketika anak-anak menggambar garis dengan pensil dan penggaris, itulah yang disebut sisinya.

8. Guru menuliskan keterangan sisi di kertas yang sudah ditempel.

9. Siswa diminta menghitung, berapa jumlah sisi dari persegi tersebut. Yakni ada 4.

10. Guru menunjukkan bagian sudut pada gambar, Yakni, bagian pojok2 dari bangun datar tersebut.

Untuk gambar persegi panjang dan segitiga bisa mengulangi langkah 1-10.


Langkah-langkah di atas apabila diaplikasikan ke dalam kelas kurang lebih catatan yang terbentuk adalah sebagai berikut. Catatan di papan tidak harus seperti ini, bisa bervariasi sesuai kreativitas guru di kelas.






 


Cara Mengajarkan Pembagian Pada 1-100 pada Anak SD Kelas 2

Materi Prasyarat:

Sebelum memulai pembelajaran pembagian, pastikan anak-anak sudah memahami konsep perkalian 1-10 dan sudah menghafal sebagian dari perkalian tersebut.

Alat dan bahan yang dipakai:

> Pensil/spido secukupnya

> Wadah (bisa gelas plastik atau sejenisnya)

Dalam pembelajaran ini memang menggunakan media/peraga untuk memvisualisasikan materi yang sedang dipelajari. Namun peraga tersebut dipakai hanya berfungsi sebagai pengantar saja agar anak-anak memahami konsep pembagian secara garis besar. Namun setelah anak-anak memahaminya, maka penggunaan media sudah tidak dibutuhkan lagi dalam proses berhitung.

Untuk menanamkan konsep pembagian kali ini saya membaginya menjadi 2 tahapan, tahap 1 adalah peletakan pondasi untuk pemahaman konsep pembagian. Tahap 2 adalah tahapan lanjutan yang orientasinya adalah pemahaman hasil bagi dari bilangan secara umum (dari 1-100). 

Tahapp 1:

Langkah-langkah pembelajaran:

1. Guru mengambil 8 pensil yang akan dipakai sebagai media peraga 8:2.

2. Guru memanggil 2 siswa maju ke depan untuk memperagakan proses pembagian yang diarahkan oleh sang guru.

3. Guru menyampaikan pada siswa, bahwa 8 pensil tersebut akan dibagikan kepada 2 anak yang sudah ditunjuk sama rata.

4. Guru melontarkan pertanyaan, kira-kira masing-masing siswa mendapat berapa pensil ya..

5. Secara perlahan guru melakukan proses pembagian pada kedua anak tersebut.

Tahap 1 : guru menunjukkan jumlah pensil yang akan dibagikan di hadapan anak-anak.



Tahap 2: Membagiakan semua pensil/ballpoin secara perlahan satu per satu ke masing-masing anak.



Note: Hati-hati dalam memberikan ilustrasi di papan, karena jika salah memberikan ilustrasi bisa membingungkan siswa. Di atas adalah ilustrasi yang benar, dari proses pembagian 8:2. Di akhir nanti saya tunjukkan salah satu ilustrasi yang salah.

Tahap 2 diulang-ulang hingga pensil/ballpoinnya habis.










Jika sudah diperagakan pembagian secara fisik pembagian tersebut, untuk menguatkan imajinasi anak-anak bisa digambarkan ilustrasi seperti gambar di atas. Dan hati hati salah memberikan ilustrasi yang salah untuk case 8 : 2 adalah sebagai berikut:



Untuk ilustrasi di atas memang seolah-olah benar, pembagian 8 : 2 bisa dijelaskan dengan pengurangan berulang dengan angka 2. Namun ketika proses pengurangannya dikelompokkan dua dua semacam itu maka yang terjadi sebenarnya bilangan pembaginya yang dikelompokkan bukan bilangan yang dibagi. Dan ilustrasi tersebut lebih pas jika dibaca 8 : 4, sehingga masing-masing mendapatkan 2 ballpoint.

Sampai di sini bia dicek ulang pemahaman siswa, jika mereka sudah memahaminya bisa lanjut ke proses berikutnya. Namun jika masih dijumpai banyak siswa yang belum bisa memahaminya dengan baik maka bisa diberikan contoh pembagian yang lainnya hingga mayoritas siswa memahaminya.

Tahapan berikutnya jika siswa sudah memahami pembagian dengan cara media di atas maka bisa dilanjut ke tingkat pemahaman yang lebih tinggi namun lebih simple nantinya jika siswa menyelesaikan permasalahan terkait pembagian dibanding jika menyelesaikan soal dengan tetap mengaju pada peraga/ilustrasi di atas.

Tahapan 2:

Langkah-langkah:

1. Setelah anak-anak memahami konsep dasar dari pembagian, maka anak-anak diajarkan bahwa pembagian itu adalah invers (kebalikan dari pembagian). Ditulis di papan:

Perkalian  ><  Pembagian

2. Guru menuliskan contoh pembagian secara acak, misal:

12 : 6 = ... ?

Untuk menanamkan konsep kebalikan dari perkalian maka siswa diajarkan pola berfikir:

6 x ... = 12 atau ... x 6 = 12

Dibahasakan ke anak-anak, "silahkan dicari 6 dikali berapa hasilnya 12 atau berapa dikali 6 hasilnya 12." Diharapkan jika anak-anak sudah hafal perkalian mereka menjawab angka 2.

3. Langkah nomor 2, diulang beberapa kali dengan pembagian yang berbeda hingga pada akhirnya mayoritas siswa memahaminya.

4. Dalam fase ini anak-anak diberikan penekanan, bahwa jika mereka sudah menghafal perkalian 1-10 maka secara otomatis sudah memahami pembagian 1-100, hanya tinggal dibalik saja.

Kurang lebih jika diterapkan di kelas, beberapa catatan yang sempat saya tulis di papan tulis adalah sebagai berikut:



end. Semoga bermanfaat.




Monday, January 30, 2023

Cara Mengajarkan Hafalan Perkalian 1-10 pada Anak SD Kelas 2

Sebelum melaksanakan pembelajaran menghafal perkalian 1-10 ada baiknya (pastikan) anak-anak sudah memahami konsep dasar perkalian. Jika anak-anak sudah memahaminya dengan baik, silahkan dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni menghafal perkalian 1-10.

Perangkat yang dibutuhkan:

Lembar perkalian yang sudah dicetak.

Langkah-langkah mengajarkannya:

1. Anak-anak direview kembali bagaimana cara menghitung bentuk perkalian, semisal:

4 x 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12 

sambil diingatkan tentang botol dan isinya, ada 4 botol yang isinya 3.

 3 x 6 = 6 + 6 + 6 = 18

dan seterusnya, bisa diberikan beberapa contoh.

2. Jika dirasa anak-anak sudah faham materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya, maka langkah selanjutnya diberikan sebuah tabel perkalian yang sudah disiapkan, yakni:

3. Anak-anak diminta untuk mengisi tabel tersebut. Yang diisi adalah bagian yang kosong saja sedang yang bertanda silang "x" tidak perlu diisi.

4. Anak-anak diberi waktu +/- 30 menit untuk mengisi secara mandiri, tanpa menggunakan alat bantu dan tidak boleh kerjasama serta tidak diperkenankan melihat tabel perkalian yang sudah ada pada perlengkapan tulis mereka (tabel perkalian). 

5. Setelah anak-anak selesai mengisi semua, hasil pengerjaan anak-anak dicocokkan dengan tabel perkalian milik guru (yang disi oleh guru).

6. Jika anak-anak sudah mengisi semuanya dengan jawaban yang benar maka anak-anak diajarkan cara menghafalkannya. 

Langkah-langkah menghafalkan (disampaikan ke siswa):

 > Yang dihafalkan adalah kotak yang sudah ana tanda dihafalkan di samping kanan.

> Kotak yang disilang itu artinya sudah ada di tabel perkalian sebelumnya, semisal pada tabel perkalian 4, 2 x 4 itu sama dengan 4 x 2 pada tabel perkalian 2. dan seterusnya.

> Semakin kebelakan angka yang dihafalkan semakin sedikit, yakni untuk tabel perkalian 9 yang dihafal hanya 1 angka saja yaitu 9x9, sedang sisanya sudah dihafal pada tabel perkalian sebelumnya.


end

Cara Mengajarkan Perkalian 1-10 Untuk Anak SD Kelas 2

Sebelum melakukan pembelajaran perkalian 1-10 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah materi prasyarat yakni penjumlahan sudah dikuasai anak-anak dan perlengkapan yang dibutuhkan juga sudah tersedia.

Alat dan bahah yang dibutuhkan:

- Gelas plastik (boleh diganti benda lain)

- Pensil (boleh benda lain)


Materi  prasyarat:

- Penjumlahan hingga seratus.


Langkah-langkah:

1. Anak-anak diminta untuk memperhatikan gelas yang telah diisi dengan pensil di depan mereka.



2. Anak-anak diminta menggambar peraga yang dihadapan mereka, yakni gelas beserta pensil di dalamnya. Gambar tidak perlu bagus, disketsa saja sudah cukup. Harapannya siswa menggambar sebagai berikut:


3. Anak-anak diminta menjumlahkan seluruh angka yang sudah ditulis yakni:

3 + 3 + 3 + 3 = 12

4. Setelah semua anak-anak memahami maksud tersebut, yakni pola yang terbentuk didalam gelas dan isinya, 3+3+3+3=12. Anak-anak diberikan contoh lain untuk menguatkan pemahaman. Ini adalah pondasi untuk pengenalan perkalian pada penjelasan berikutnya.

5. Langkah 2 dan 3 diulang sehingga diperoleh pemahaman yang diharapkan adalah:


6. Anak-anak diminta menuliskan bentuk penjumlahannya yakni:

4+4+4+4+4=20

7. Dari dua contoh tersebut, anak-anak mulai diarahkan untuk menuliskan bentuk perkaliannya. 
Untuk contoh pertama :

3+3+3+3 = 4 x 3 atau 3 x 4

anak-anak divote untuk memilih salah satu diantara dua pilihan tersebut, mana yang mereka anggap benar. Setelah anak-anak menentukan pilihannya, anak-anak diajari cara mengubah bentuk perkalian menjadi bentuk penjumlahan dengan 2 cara:
a. Membacanya dalam bahasa inggris
b. Membacanya sebagai bentuk "botol" (baca wadah) dan isinya.

7a. Untuk cara pertama membacanya dalam bahasa Inggris.

4 x 3 dibaca four times of three (empat kali dari 3, jadi 3nya sebanyak 4)
3 x 4 dibaca three times of four (tiga kali dari 4, jadi 4nya sebanyak 3)

Sehingga untuk bentuk di atas yang benar sesuai dengan pelafalan dalam bahasa Inggris adalah 4 x 3.

7b. Untuk cara 2: Botol dan Isinya


Dari gambar tersebut terlihat jumlah botolnya ada 4 dan isinya ada 3, ditulis di papan:


Dengan mengulang langkah 7b akan diperoleh:


Dari langkah-langkah semacam ini diharapkan siswa sudah memahami konsep dasar perkalian. Berdasar pengalaman pribadi selama mengajar, cara yang cukup efektif untuk mengenakan ke anak-anak adalah botol dan isinya. Jika masih ada anak yang belum paham, diberikan beberapa contoh lain hingga anak2 faham.

Penampakan ketika dijelaskan di kelas, kurang lebih seperti ini: