Tuesday, February 20, 2024

Sayyidul istighfar: Bacaan Doa Teks Arab, Latin dan Artinya

 




Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta khalaqtani. Wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri ma shana‘tu. Abu’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbi. Faghfirli. Fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Dan aku atas tanggungan dan janji-Mu selama aku masih mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang Kau berikan kepadaku. Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”


Kumpulan Buku Kurikulum Merdeka

Berikut ini adalah link dari buku kurikulum merdeka yang diproduksi oleh dinas pendidikan Indonesia:

Kelas 2:

1. Matematika-Vol-1-BG-KLS-II

2. Matematika-Vol-2-BG-KLS-II

3. Matematika-Vol-1-BS-KLS-II

4. Matematika-Vol-2-BS-KLS-II

5. Bahasa-Indonesia-BG-KLS-II

6. Bahasa-Indonesia-BS-KLS-II

7. Bahasa-Inggris-BG-KLS-II

8. Bahasa-Inggris-BS-KLS-II

9. Islam-BG-KLS-II

10. Islam-BS-KLS-II

11. PJOK-BG-KLS-II

12. PPKN-BG-KLS-II

13. Seni-Musik-BG-KLS-II

14. Seni-Rupa-BG-KLS-II

15. Seni-Tari-BG-KLS-II

16. Seni-Teater-BG-KLS-II


Kelas 5:

  1. Matematika-Vol-1-BG-KLS-V
  2. Matematika-Vol-1-BS-KLS-V
  3. Matematika-Vol-2-BG-KLS-V
  4. Matematika-Vol-2-BS-KLS-V
  5. Bahasa-Indonesia-BG-KLS-V
  6. Bahasa-Indonesia-BS-KLS-V
  7. Bahasa-Inggris-BG-KLS-V
  8. Bahasa-Inggris-BS-KLS-V
  9. IPAS-BG-KLS-V
  10. IPAS-BS-KLS-V
  11. Islam-BG-KLS-V
  12. Islam-BS-KLS-V
  13. PJOK-BG-KLS-V
  14. PPKN-BG-KLS-V
  15. Seni-Musik-BG-KLS-V
  16. Seni-Rupa-BG-KLS-V
  17. Seni-Tari-BG-KLS-V
  18. Seni-Teater-BG-KLS-V

Wednesday, February 14, 2024

Segi Banyak Beraturan dan Lingkaran

Pembukaan:
Anak-anak direview terkait materi yang sudah dipelajari saat kelas 4, 3, 2 terkait bangun datar, diantaranya:

(dalam penyebutan bangun datar di bawah ini, bisa diberikan pertanyaan pemantik: ayo bangun datar apa saja yang sudah kalian pelajari selama ini. Dan harapannya jawaban siswa adalah sebagai berikut-tidak harus urut seperti di bawah ini)

1. Persegi (digambar persegi pada papan tulis)
2. Persegi Panjang (digambar persegi pada papan tulis)
3. Jajar Genjang (digambar persegi pada papan tulis)
4. Belah Ketupat (digambar persegi pada papan tulis)
5. Trapesium (digambar persegi pada papan tulis)
6. Layang-layang (digambar persegi pada papan tulis)
7. Lingkaran (digambar persegi pada papan tulis)
8. Segi-3

Dari bangun datar yang sudah disebut di atas, anak dikaitkan dengan konsep segi banyak beraturan. Untuk menyebutkan lebih simpel segi banyak diubah segi-n beraturan. 

Inti kegiatan:

Secara bertahap, anak-anak digiring pola pikir dari konsep segi-n dimulai dari segi-3, segi-4, dan seterusnya.

Pertanyaan pemantik:
- Segi-n, tidak ada segi-2, mengapa? (siswa diajak berfikir, mengapa tidak ada segi-2)
  Harapan jawaban: karena, jika sisi yang hanya 2 maka tidak terbentuk sebuah bangun datar.

- Segi-3, siswa diajak menggambar di papan segi-3, untuk membangkinkan semangat anak-anak. Siswa diberikan tantangan, "Siapa yang bisa menggambar segi-3 di papan tulis?"

- Segi-4, siswa diajak menggambar di papan segi-4, untuk membangkinkan semangat anak-anak. Siswa diberikan tantangan, "Siapa yang bisa menggambar segi-4 di papan tulis?"


- Segi-5, siswa diajak menggambar di papan segi-5, untuk membangkinkan semangat anak-anak. Siswa diberikan tantangan, "Siapa yang bisa menggambar segi-5 di papan tulis?"


- Segi-6, siswa diajak menggambar di papan segi-6, untuk membangkinkan semangat anak-anak. Siswa diberikan tantangan, "Siapa yang bisa menggambar segi-6 di papan tulis?"


- Segi-7, siswa diajak menggambar di papan segi-7, untuk membangkinkan semangat anak-anak. Siswa diberikan tantangan, "Siapa yang bisa menggambar segi-7 di papan tulis?"

- Lingkaran, siswa diajak menggambar di papan lingkaran, untuk membangkinkan semangat anak-anak. Siswa diberikan tantangan, "Siapa yang bisa menggambar lingkaran di papan tulis?"


- Tantangan terakhir, anak-anak diberikan chalange? Coba menggambar segi-4 beraturan di dalam lingkaran:


Jawaban yang diharapkan:


Penutup:

Siswa diajak mengingat kembali bentuk-bentuk bangun segi-n yang sudah dipelajari.




- 



Sunday, January 28, 2024

Langkah Pembelajaran - Perbandingan

 A. Perubahan Dua Kuantitas

Untuk menyampaikan pemahaman kuantitas ini, siswa diberikan contoh case secara langsung:

Contoh 1:

Sebuah kardus berisi 100 biji lego. Lego tersebut dimasukkan ke sebuah kotak yang lebih kecil sebanyak 20 biji, maka berapa sisa lego yang ada di dalam kardus?

Untuk menyelesaikan contoh soal tersebut, diberikan ilustrasi sebagai berikut:

Penyelesaian  yang ditekankan adalah pola berfikir jika satu sisi berkurang maka mempengarhi jumlah awal yang total keseluruhannya tetap. Secara matematis mengikuti pola:

A = B + C atau C = A - B

Pola rumus A, B, C di atas tidak perlu disampaikan kepada siswa, cukup ditekankan dalam benak logikan mereka.


Salah satu contoh penyampaian: jika jumlah kardus besar 100 biji, diambil 20, maka yang tersisa adalah 100-20 = 80 biji.


Jika siswa sudah menangkap maksud dari logika tersebut, maka diberikan tantangan sedikit lebih komplek dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Dengan bekal logika yang sudah diberikan, anak-anak diminta untuk mengisi kotak-kotak yang kosong. Untuk memicu semangat anak-anak, bisa dibuat kompetisi antara anak laki-laki yang warna biru dan perempuan warna merah.

Harapan jawaban siswa:


Dari penjeleasan di atas, di tanyakan kepada siswa-siswa apakah mereka sudah bisa memahaminya atau masih butuh tambahan latihan, jika dirasa masih kurang memahami, bisa diberikan tambahan latihan, semisal sebagai berikut:






 

Monday, January 22, 2024

Langkah-langkah Pembelajaran Perkalian dan Pembagian Pecahan

Samahalnya dengan penjumalahan dan pengurangan pecahan, pada pembelajaran perkalian dan pembagian pecahan pun anak-anak langsung diajarkan bagaimana menyelesaikan perkalian dua buah pecahan melalui contoh-contoh sederhana.


A. Perkalian Pecahan

Langkah 1.

Berikan contoh sederhana perkalian dua buah pecahan yang sederhana:

Langkah 2:

Penyelesaian di papan tulis berikan perbedaan warna seperti di bawah ini dalam menjelaskan kepada siswa. Kata kuncinya adalah "Atas dengan atas, bawah dengan bawah", tanpa menggunakan istilah "penyebut dan pembilang"


Untuk memantapkan pemahaman siswa bisa diberikan contoh lain, semisal:


Untuk penyelesaian dari contoh di atas, dijelaskan cara menyelesaikannya masih sama dengan penjelasan di atasnya. Jika dirasa masih belum mantab, bisa diberikan contoh lain yang disesuaiakan dengan kemampuan siswa di kelas. Hindari angka-angka yang menghasilkan hasil kali yang cukup besar.


B. Pembagian Pecahan

Untuk penjelasan pembagian, hanya diberi penekanan "cara penyelesaiannya sama dengan perkalian hanya ditambah 1 langkah di awal". 

Langkah 1:
Contoh soal


Langkah 2:
(1) Tekankan mengubah tanda bagi (:) menjadi tanda kali (x).
(2) Pecahan setelah tanda bagi, dibalik dengan kata kunci : "atas jadi bawah, bawah menjadi atas" tanpa menyebut istilah pembilang penyebut.
(3)-(4) Beri penekanan penyelesaiannya sama seperti perkalian.

Untuk memantabkan pemahaman anak bisa diberikan contoh soal lagi dan anak-anak diberi kesempatan untuk mencoba menyelesaikan.


Untuk penyelesaian dari contoh di atas, dijelaskan cara menyelesaikannya masih sama dengan penjelasan di atasnya. Jika dirasa masih belum mantab, bisa diberikan contoh lain yang disesuaiakan dengan kemampuan siswa di kelas. Hindari angka-angka yang menghasilkan hasil kali yang cukup besar.


Tantangan opsional jika dirasa anak-anak mulai memahaminya dengan baik:

 






Langkah-langkah Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan

 A. Penjumlahan Pecahan

Tulisan ini berangkat dari pengalaman pribadi selama mengajar matematika, untuk memberi pemahaman materi penjumlahan dan pengurangan pecahan pada anak-anak tidak perlu berbelit-belit dan menggunakan istilah yang rumit.

Langkah 1:

Berikan contoh case penjumlahan pecahan yang sederhana:


Langkah 2:

Proses penyelesaian di papan dengan panduan guru:


Penyelesaian tersebut tanpa menyebutkan menyamakan penyebut dengan menggunakan KPK.


Untuk memantapkan pemahaman anak-anak bisa diberikan contoh lain:


Jika contoh di atas dirasa kurang, bisa diberikan contoh lain yang disesuaikan dengan kemampuan siswa.

B. Pengurangan Pecahan

Tekankan pada siswa yang membedakan penjumlahan dan pengurangan hanya pada tanda tambah dan kuranganya saja, selebihnya proses penyelesaiannya sama dengan penjumlahan.

Langkah 1:

Berikan contoh pengurangan pecahan yang sederhana:

Langkah 2:

Proses penyelesaian di papan dengan panduan guru:


Penyelesaian tersebut tanpa menyebutkan menyamakan penyebut dengan menggunakan KPK

Untuk memantapkan pemhaman siswa, diberikan contoh lain:



Jika contoh di atas dirasa kurang, bisa diberikan contoh lain yang disesuaikan dengan kemampuan siswa.

NOTE:
Sangat disarankan jika guru menjelaskannya dengan menggunakan beberapa spidol warna.
Jika diperlukan berikan garis bantu dengan warna yang berbeda misal atas dengan bawah biru dan bawah dengan bawah merah.




Thursday, January 18, 2024

Latihan Matematika

 Berikut ini adalah file latihan berbasis excell yang bisa digenerate sebagaia bahan untuk latihan anak didik anda:

1. Latihan Penjumlahan

2. Latihan Pengurangan

3. Latihan Perkalian

4. Latihan Pembagian


Monday, September 11, 2023

Pembelajaran Jaring-jaring Kubus dan Balok

Pembelajaran hari senin, 11 September 2023

Pembukaan:

Siswa diajak berdoa dan murojaah surat Al Buruuj 1-22.

Siswa diajak mengingat kembali materi bangun ruang yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.


Kegiatan Inti

1. Siswa dikenalkan benda konkrit yang berbentuk kubus.

2. Siswa diajak berimajinasi tentang bangun ruang yang ditunjukkan.

3. Siswa memperhatikan dengan seksama dari setiap bagian (sisi) bangun ruang yang berbentuk kubus tersebut.

4. Setiap sisi diberikan nomor 1-6, siswa memperhatikan dengan seksama proses penomoran tersebut.

5. Siswa diajak berimajinasi, jika beberapa bagian rusuk dipotong (digunting) nanti kira-kira bentuknya menjadi seperti apa.

6. Siswa memperhatikan proses pemotongan dari bangun kubus tersebut, sembari guru menggambar di papan hasil pemotongan tersebut.

7. Siswa memperhatikan hasil potongan kubus yang akan terjadi sesuai dengan nomornya.

8. Setelah siswa memahami proses terbentuknya jaring-jaring kubus, berikutnya siswa dibagi menjadi 4 kelompok.

9. Masing-masing kelompok diberikan tantangan untuk membuat jaring-jaring lainnya.

10. Caranya:

    - Siswa membuat kotak persegi dengan menggunakan buku kotak dengan ukuran minimal panjang sisinya 3 kotak satuan.

    - Setiap siswa diharapkan saling bekerja sama, dengan menyusun bagian-bagian kotak yang sudah digambar dan digunting menjadi jaring-jaring kubus.

    - Contoh hasil ekperimen yang diharapkan: Dari potongan kotak yang berukuran 3 kotak kecil2 yang disusun menjadi jaring-jaring kubus.


    - Diharapkan setiap kelompok mampu menemukan bentuk-bentuk jaring-jaring kubus seperti di bawah ini:

    

11. Siswa diminta presentasi hasil diskusi kelompoknya masing-masing.


12. Setelah presentasi, sebelum siswa meninggalkan kelas, siswa diharapkan sudah menyalin semua bentuk jaring-jaring kubus seperti di atas sebagai catatan mereka.

13. Siswa bersama menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini.

14. Siswa diminta untuk mempersiapkan belajar jaring-jaring balok untuk pertemuan berikutnya.






Friday, July 14, 2023

Menyelaraskan kebutuhan murid dengan Tujuan Pembelajaran



Tujuan pembelajaran merupakan capaian peserta didik yang sudah ditetapkan di tingkat satuan pendidikan dan akan dicapai di akhir unit/materi/modul ajar. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan dapat dicapai melalui adanya praktik diferensiasi konten, proses atau produk.

Pada video ini, tujuan pembelajaran per kelompok merupakan contoh tujuan pembelajaran dalam satu/beberapa pertemuan yang dapat dilakukan oleh pendidik, dalam upaya menyesuaikan kebutuhan peserta didik sesuai dengan pemetaan di awal pembelajaran.

Video ini menampilkan contoh kegiatan diferensiasi dalam satu/beberapa pertemuan. Untuk melihat contoh rencana pembelajaran secara utuh, silakan dapat mengakses tautan berikut ini.


*Penjelasan terkait diferensiasi konten, proses dan produk dapat di akses pada Prinsip Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi, hlm 54 - 57

**Asesmen diagnostik adalah asesmen awal pembelajaran.



Referensi:

1. Nordlund, Marcei. 2003. Meeting the Educational Needs of All Students in Your Classrom. Lanham, Maryland, and Oxford: The Scarecrow Press

2. Tomlinson, Carol. 2010. Leading and Managing a Differentiated Classroom. Virginia: ASCD

Identifikasi kemampuan membaca awal



Membaca adalah kecakapan fundamental penentu keberhasilan murid di jenjang pendidikan formal.

Kemampuan membaca awal ditentukan oleh aktivitas pra membaca di usia dini yang melibatkan pendengaran, penglihatan, perabaan, penciuman dan pengecapan. Maka, seorang murid tunanetra pun tetap dapat membaca buku berhuruf braille dengan cara meraba huruf-huruf tersebut

Divideo kali ini akan dijelaskan enam indikator kemampuan membaca awal yang akan membantu Ibu dan bapak guru mengidentifikasi.


Referensi:

1. Hoyt, Linda. 2009. Revisit, Reflect, Retell (updated Edition) Time-tested Strategies for Teaching Reading Comprehension.Portsmouth: Heinemann

Identifikasi kebutuhan kognitif murid





Untuk mengidentifikasi kebutuhan murid, kita harus memahami 4 area kebutuhan belajar murid, yaitu: kognitif, sosial, afektif, dan psikomotor.

video ini berisi pemetaan identifikasi kebutuhan kognitif murid sesuai dengan karakter murid yang ditemui di kelas.


Referensi:

1. Nordlund, Marcei. 2003. Meeting the Educational Needs of All Students in Your Classrom. Lanham, Maryland, and Oxford: The Scarecrow Pressx

2. Minderhout, Vicky. 2012. Identifying Learner Needs. Seattle University: Chemistry

3. Differentiated Instruction: An Introduction : Module 4.Reading: Key Elements of Differentiated Instruction

LOUD AND CLEAR: Effective Language of Instruction Policies For Learning

Memetakan kompetensi dan kebutuhan murid


Murid adalah individu yang unik, tanggung jawab Ibu dan Bapak Guru adalah membantu murid memahami materi ajar dan menguasai keterampilan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Lebih jauh lagi, Ibu dan Bapak Guru diharapkan dapat memahami bahwa murid memiliki pengetahuan awal dan keterampilan yang dipengaruhi oleh bagaimana ia dibesarkan dalam keluarga dan lingkungannya.

Dalam video ini Ibu dan bapak guru diajak mengenali karakteristik dan kebutuhan murid agar dapat mengembangkan potensi dan kebutuhannya


Referensi:

1. Nordlund, Marcei. 2003. Meeting the Educational Needs of All Students in Your Classrom. Lanham, Maryland, and Oxford: The Scarecrow Press

Wednesday, March 29, 2023

Cara Mengisi Google Form Secara Otomatis part 2

Bagian ini adalah penjelasan lanjutan atau edisi revisi dari bagia pertama dari tulisan saya yang ini Cara Mengisi Google Form Secara Otomatis. Jika anda belum membacanya saya sarankan untuk membacanya terlebih dahulu karena ada bagian yang sifatnya teknis dan persiapan sebelum menggunakan tools part 2 ini.

Part 2 ini dibuat karena, setelah part 1 saya luncurkan ternyata banyak report yang mengabarkan bahwa penggunaan robot yang saya buat tidak jalan di komputer lain, Sehingga saya memutuskan untuk merevisi dan mendisain ulang dari skrip dalam robot tersebut, sehingga lahirlah Saeraseven-Robot LP rev 1.

Untuk halaman form entry masih tetap sama secara garis besarnya, hanya sedikit perubahan saja.


Sedang untuk form mendapatkan skrip mengalami perubahan yang signifikan, yakni kita sudah tak perlu lagi melakukan kopas rencana harian untuk mendapatkan skrip namun tinggal mengisi hari dengan angka dan klik generate.


Langkah-langkah pengisian:

1. Silahkan semua LP anda pada sheet FormEntri dari hari senin hingga jum'at, pastikan cara pengisiannya sesuai, untuk mengetahui penjelasan tambahan silahkan arahkan mause pada segitiga merah di setiap cell.

2. Setelah itu pindah sheet Untuk diCopy untuk mendapatkan kode.

- Tentukan hari dengan mengetik angka 1-5 pada kotak 1.

- Tekan tombol generate (kotak merah nomor 2)

- Kopi semua kode yang muncul, penting: pastikan jika ada kode sebelumnya dihapus terlebih dahulu baru kemudian kopi semua kodenya. Jangan gunakan ctrl+A, karena di sheet itu ada beberapa tulisan yang tidak ada hubungannya dengan script. Tapi gunakan selesksi biasa, bisa pakai Crtl+ panah atas/bawah.

3. Pindah Browser, buka LP.

4. Klik kanan, pilih auto fill, pilih otion.


pastekan kodenya di sana, terus pindah tab Form Field pada kiri sendiri> lalu save.

5. Pindah ke LP yang akan diisi, klik kanan pilih Execute Profile, silahkan dijalankan semua mulai dari profile LP0 hingga LP3. Terutama LP0 meski kelihatannya tidak jalan, tetap diklik aja terus diisi manual untuk LP0 halaman muka. 

6. Setelah itu pindah pada page berikutnya, isi dengan profile LP1 dan seterusnya. 

Jika langkah-langkah anda benar maka, Insya Allah program akan jalan mengisikan semua isian LP anda pada google form.


Jika ternyata masih ada kendala, silahkan berkonsultasi langsung dengan saya face to face.